<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>G. Blog!</title>
	<atom:link href="http://www.sembada.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sembada.web.id</link>
	<description>follower doesn’t mean a loser</description>
	<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 04:43:33 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>D’Masiv – Dilema</title>
		<link>http://www.sembada.web.id/personal/d%e2%80%99masiv-%e2%80%93-dilema</link>
		<comments>http://www.sembada.web.id/personal/d%e2%80%99masiv-%e2%80%93-dilema#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 04:43:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>G.</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Personal Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembada.web.id/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[aku masih termenung
di tengah kesepian
berharap sesuatu
yang tak pasti
engkau sangat menjeratku
sungguh ku hanya inginkan
hatimu yang telah termiliki
* iblis di dalam dada ini
terus mengusik keyakinanku
ku bertanya apakah aku bisa
memiliki hatinya
aku merasa tenang
saatku mencoba untuk
selalu membayangkan wajahmu
repeat *
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>aku masih termenung<br />
di tengah kesepian<br />
berharap sesuatu<br />
yang tak pasti</p>
<p>engkau sangat menjeratku<br />
sungguh ku hanya inginkan<br />
hatimu yang telah termiliki</p>
<p>* iblis di dalam dada ini<br />
terus mengusik keyakinanku<br />
ku bertanya apakah aku bisa<br />
memiliki hatinya</p>
<p>aku merasa tenang<br />
saatku mencoba untuk<br />
selalu membayangkan wajahmu</p>
<p>repeat *</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembada.web.id/personal/d%e2%80%99masiv-%e2%80%93-dilema/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tepatkah kita menghina &#8216;Israel&#8217;?</title>
		<link>http://www.sembada.web.id/islam/tepatkah-kita-menghina-israel</link>
		<comments>http://www.sembada.web.id/islam/tepatkah-kita-menghina-israel#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 09:18:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>G.</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Israel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembada.web.id/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Banyak sekali bahkan sudah tidak terhitung lagi cacian, cercaan, hujatan, sumpah-serapah, boikot yang dialamatkan kepada negara yang bernama Israel. Hal itu dikarenakan negara yang mayoritas Yahudi itu merupakan penjajah kejam di abad modern ini terutama terhadap bangsa Palestina. Tapi dibalik semua itu, selain kita kenal sebagai nama sebuah negara, tahukah Anda darimana sebenarnya kata &#8216;Israel&#8217; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-82 alignleft" title="crushisrael" src="http://www.sembada.web.id/wp-content/uploads/2009/02/crushisrael.jpg" alt="crushisrael" width="196" height="139" />Banyak sekali bahkan sudah tidak terhitung lagi cacian, cercaan, hujatan, sumpah-serapah, boikot yang dialamatkan kepada negara yang bernama Israel. Hal itu dikarenakan negara yang mayoritas Yahudi itu merupakan penjajah kejam di abad modern ini terutama terhadap bangsa Palestina. Tapi dibalik semua itu, selain kita kenal sebagai nama sebuah negara, tahukah Anda darimana sebenarnya kata &#8216;Israel&#8217; tersebut, apakah nama sebuah kelompok? atau memang sudah dari dulu merupakan nama sebuah bangsa? ataukah nama seseorang? Jika kita buka dan tela&#8217;ah Al-Qur&#8217;an, maka kita akan mengetahui bahwa Israel atau Israil adalah nama lain dari  seorang nabi, hamba Allah SWT.</p>
<p><span id="more-73"></span>Di dalam Al-Quran banyak sekali disebutkan kata <em>Bani Israil</em> yang dapat diartikan &#8216;keturunan Israil&#8217;, sebagaimana halnya penterjemahan terhadap <em>Bani Adam</em> yang berarti &#8216;keturunan Adam&#8217; atau &#8216;anak cucu Adam&#8217;. Namun kata &#8216;Israil&#8217; tanpa &#8216;Bani&#8217; Allah singgung dalam dua ayat di dua surat yang terpisah, yaitu Ali Imran ayat 93 dan Maryam ayat 58.</p>
<blockquote><p>Semua makanan itu halal bagi Bani Israil kecuali makanan yang diharamkan oleh <strong>Israil</strong> (<strong>Ya&#8217;qub</strong>) atas dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah (Muhammad), &#8220;Maka bawalah Taurat, lalu bacalah jika kamu orang-orang yang benar. &#8221; (QS. 3:93)</p></blockquote>
<blockquote><p>Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami bawa bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan <strong>Israil </strong>(<strong>Ya&#8217;kub</strong>), dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih kepada mereka, maka mereka tunduk sujud  dan menangis. (QS. 19:58)</p></blockquote>
<p>Sudah jelas sebagaimana tersirat dalam Alqur&#8217;an bahwa Allah AWT telah memilih kata Israil sebagai sebutan lain bagi Nabi Ya&#8217;kub AS bin Ishaq AS bin Ibrahim AS, seorang hamba Allah SWT yang soleh, hanif, taat dan bertaqwa. Sebutan Israil ini menurut satu riwayat, adalah panggilan bagi Nabi Ya’kub AS yang melakukan perjalanan menjauh dari kampung halamannya karena terancam oleh saudaranya sendiri. Nabi sekaligus Rasul Allah ini hanya melakukan perjalanan dalam pelariannya itu pada malam hari, agar tak diketahui orang lain. Maka disebutlah beliau Israil, atau orang yang melakukan perjalanan pada malam hari.</p>
<p>Apakah dengan menghujat negara Israel berarti kita juga menghujat nabi Ya&#8217;kub AS? Tentu saja tidak, saya yakin bahwa tidak ada sedikitpun niatan seperti itu. Namun kita juga harus ingat bahwa Allah SWT telah jelas-jelas memilih kata Israel/Israil sebagai panggilan alternatif Nabi Ya&#8217;kub AS. Sehingga dengan demikian sudah saatnya kita mulai berhati-hati dalam bertindak dan berucap, karena yang biadab, keji, licik dan khianat bukanlah Israil (Ya&#8217;kub AS) tapi Bani Israil (keturunannya) dan Yahudi.</p>
<p><em>Wallahu&#8217;alam bishawab</em></p>
<p><em>(re-typing seadanya dari ceramah jum&#8217;at 6 Februari 2009 di mesjid komplek PT. INTI - Bandung, ditambah info dari berbagai sumber)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembada.web.id/islam/tepatkah-kita-menghina-israel/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>AL-HAITSAM, Terobosan dalam Metode Ilmiah</title>
		<link>http://www.sembada.web.id/tokoh-dunia/al-haitsam-terobosan-dalam-metode-ilmiah</link>
		<comments>http://www.sembada.web.id/tokoh-dunia/al-haitsam-terobosan-dalam-metode-ilmiah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 22:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>G.</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tokoh Dunia]]></category>

		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<category><![CDATA[ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembada.web.id/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Siapa sangka tokoh yang membuat terobosan besar dalam metode ilmiah ini pernah berpura-pura gila!
Abu Ali Al-Hasan ibn Al-Haitsam, tulisannya selalu mengandung pengamatan sistematis dalam membentuk teori ilmiah, tidak berdasarkan tebak-tebakan, dan menempatkan penyelidikan ilmiah pada fondasi kukuh yang terdiri dari hubungan sistematis antara pengamatan, hipotesis, dan verifikasi. Tetapi, ketika dia berhadapan dengan seorang khalifah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa sangka tokoh yang membuat terobosan besar dalam metode ilmiah ini pernah berpura-pura gila!<br />
<strong>Abu Ali Al-Hasan ibn Al-Haitsam</strong>, tulisannya selalu mengandung pengamatan sistematis dalam membentuk teori ilmiah, tidak berdasarkan tebak-tebakan, dan menempatkan penyelidikan ilmiah pada fondasi kukuh yang terdiri dari hubungan sistematis antara pengamatan, hipotesis, dan verifikasi. Tetapi, ketika dia berhadapan dengan seorang khalifah yang berbahaya, Haitsam memilih menghindarinya dengan berpura-pura gila.<span id="more-66"></span><br />
Al-Haitsam terkadang disebut Al-Basri, karena berasal dari Kota Basra di Irak, dan terkadang disebut Al-Misri, karena dia datang dari Mesir. Sering juga dia dikenal dengan sebutan Alhazen yang merupakan versi Latin nama kecilnya “Al-Hasan”.</p>
<p>Sebuah autobiografi yang ditulis al- Haitsam pada tahun 1027 bisa diselamatkan, tetapi di dalamnya tak banyak disebutkan tentang kehidupannya dan hanya berfokus pada perkembangan intelektualnya.</p>
<p>Dalam autobiografi itu, dia menjelaskan, ketika masih muda, dia mempelajari banyak pergerakan keagamaan dan pandangan mereka yang saling bertentangan, tetapi kemudian menyimpulkan bahwa tak ada satu pun yang benar. Kecewa dengan studinya tentang agama, Al-Haitsam memutuskan untuk mendalami sains, karena menurutnya, sains paling jelas digambarkan dalam tulisan-tulisan Aristoteles. Sejak saat itu, Al-Haitsam membaktikan seluruh tenaga sepanjang hidupnya untuk matematika, fisika, dan ilmu-ilmu alam lainnya.</p>
<p>Ibn Al-Haitsam pergi ke Mesir setelah mendapatkan reputasi sebagai ilmuwan terkenal di Basra. Ketika itu, Mesir diperintah oleh Khalifah Al-Hakim. Al-Hakim adalah khalifah kedua dinastinya; yang naik takhta sejak usia sebelas tahun.</p>
<p>Al-Hakim, yang kejam terhadap musuh-musuhnya, ternyata sangat mendukung perkembangan sains dan mempekerjakan ilmuwan-ilmuwan terkemuka seperti Ibn Yunus. Dukungannya terhadap sains mungkin ditimbulkan oleh minatnya pada astrologi. Al-Hakim sangan eksentrik, misalnya dia memerintahkan penjarahan Kota Al-Fustat, memerintahkan semua anjing dibunuh karena gonggongan mereka mengganggunya, dan mengilegalkan sayur-sayuran tertentu, juga kerang dan udang.</p>
<p>Meskipun begitu, Al-Hakim memiliki peralatan astronomi di rumahnya yang menghadap hamparan Kota Kairo dan membangun perpustakaan terbesar kedua setelah Baitul Hikmah yang dibangun 150 tahun sebelumnya. Interaksi dengan Al-Hakim inilah yang membuat Al-Haitsam terpaksa menjadi “gila”.</p>
<p>Tulisan Al-Qifti menceritakan bahwa Al-Hakim mempelajari proposal Al-Haitsam untuk mengatur aliran Sungai Nil. Dia lalu menunjuk Al-Haitsam sebagai pemimpin proyek mewujudkan proposal itu. Tetapi, ketika Al-Haitsam dan timnya meninjau sungai semakin ke hulu, dia menyadari bahwa gagasannya untuk mengatur aliran sungai dengan suatu konstruksi besar tidak akan berhasil.</p>
<p>Al-Haitsam kembali dan melapor kepada Al-Hakim. Al-Hakin yang kecewa lalu mengalihkannya pada tugas-tugas administratif. Pada awalnya, Al-Haitsam menerimanya, tetapi segera menyadari bahwa Al-Hakim adalah orang yang berbahaya dan tidak bisa dipercaya. Al-Haitsam kemudian berpura-pura gila dan akibatnya dia dikurung di rumahnya sampai kematian Al-Hakim pada tahun 1021. Selama itu, Haitsam melakukan penelitian ilmiah dan setelah Al-Hakim mangkat, dia bisa menunjukkan bahwa kegilaan itu hanya pura-pura.</p>
<p>Menurut Al-Qifti, Al-Haitsam menjalani sisa hidupnya di dekat Masjid Azhar di Kairo untuk menulis naskah-naskah matematika, mengajar, dan mencari nafkah dengan menduplikat naskah.</p>
<p>Al-Haitsam menulis lebih dari 200 buku, tetapi hanya sedikit yang bisa diselamatkan. Topik utama yang ditulisnya adalah optik, termasuk teori cahaya dan teori penglihatan, astronomi, dan matematika, termasuk geometri dan teori bilangan. Bukunya yang terkenal adalah Kitab Al-Manazir atau Opticae Thesaurus yang menjelaskan berbagai fenomena fisika seperti pelangi, bayangan, dan gerhana. Buku ini memberikan pengaruh besar pada ilmuwan Barat, seperti Roger Bacon dan Kepler.</p>
<p>Kitab Al-Manazir, yang terdiri dari tujuh jilid, dianggap sebagai sumbangan terpenting Al-Haitsam. Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan judul Opticae Thesaurus Alhazeni pada tahun 1270.</p>
<p>Pada Jilid I, Al-Haitsam menjelaskan bahwa penyelidikannya terhadap cahaya didasarkan pada bukti-bukti eksperimental, dan bukan teori abstrak. Dia menyatakan bahwa cahaya itu sama, tak peduli apa pun sumbernya, dan dia memberikan contoh bahwa cahaya matahari, cahaya dari api, atau cahaya yang dipantulkan dari cermin mempunyai sifat yang sama. Dialah orang pertama yang memberikan penjelasan tepat tentang penglihatan, dengan menunjukkan bahwa cahaya dipantulkan dari benda ke dalam mata.</p>
<p>Jilid I umumnya berisi struktur mata, tetapi di sini penjelasannya tidak benar karena dia tidak mengetahui konsep lensa yang penting untuk memahami fungsi mata. Tetapi, penelitiannya menghantarkannya pada penggunaan camera obscura, kamar gelap tempat citra nyata benda diterima melalui lubang kecil atau lensa dan difokuskan dalam warna alaminya pada sebuah permukaan, alih-alih direkam pada film atau pelat. Dia menjadi orang pertama yang menggunakannya.</p>
<p>Dia juga memberikan penjelasan yang tepat mengenai pertambahan ukuran matahari dan bulan ketika berada di dekan cakrawala. Dia menggugurkan teori penglihatan Ptolemeus dan Euclid bahwa benda-benda dapat terlihat karena adanya cahaya dari mata; menurut Haitsam, cahaya berasal dari benda bukan dari mata. Melalui riset mendalam dalam dunia optik ini, dia dianggap sebagai Bapak Optik Modern.</p>
<p>Jilid II, Optics, membahas presepsi visual, sementara Jilid III mengkaji kondisi-kondisi yang disyaratkan untuk penglihatan yang baik, dan bagaimana kesalahan dalam penglihatan terjadi. Dari sudut pandang matematika, Jilid IV adalah buku yang paling penting karena membahas teori refleksi.</p>
<p>Dalam bukunya yang lain, Mizan Al-Hikmah, Al-Haitsam membahas kekerapan atmosfer dan mengembangkan hubungan antara kekerapan dan ketinggian amosfer. Dia juga mempelajari refraksi atmosfer. Penelitiannya ini membawanya pada kesimpulan bahwa atmosfer mempunyai ketinggian pasti sekitar 15 km. Dia menjelaskan lembayung pagi dan senja merupakan hasil refraksi cahaya matahari ketika matahari berada pada posisi 190 di bawah cakrawala.</p>
<p>Dalam matematika dan fisika, kontribusinya juga sangat besar. Dia mengembangkan geometri analitik dengan membuat kaitan antara aljabar dan geometri. Dia mempelajari mekanika gerak dan menjadi orang pertama yang berpendapat bahwa sebuah massa akan terus bergerak kecuali ada gaya luar yang menghentikan atau mengubah arah geraknya. Pendapat yang hampir sama dengan hukum pertama tentang gerak yang dikemukakan Newton.</p>
<p><em>Sumber : <strong>Memahat Kata Memugar Dunia</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembada.web.id/tokoh-dunia/al-haitsam-terobosan-dalam-metode-ilmiah/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Microsoft Unified Communication</title>
		<link>http://www.sembada.web.id/itcom/microsoft-unified-communication</link>
		<comments>http://www.sembada.web.id/itcom/microsoft-unified-communication#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 16:05:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>G.</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IT&Computer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembada.web.id/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[
Microsoft Unified Communication adalah gabungan solusi dari Microsoft Exchange Server 2007 Unified Messaging dan Microsoft Office Communications Server 2007. Banyak sekali fitur yang bisa di dapat, selain messaging secara text, juga bisa melakukan aktifitas messaging audio dan video untuk komunikasi dua arah atau lebih (conference), dan juga kita bisa melakukan aktivitas e-mail ataupun calendar melalui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-121" title="unified communication" src="http://www.sembada.web.id/wp-content/uploads/2009/01/uc.jpg" alt="unified communication" width="398" height="113" /></p>
<p>Microsoft Unified Communication adalah gabungan solusi dari Microsoft Exchange Server 2007 Unified Messaging dan Microsoft Office Communications Server 2007. Banyak sekali fitur yang bisa di dapat, selain messaging secara text, juga bisa melakukan aktifitas messaging audio dan video untuk komunikasi dua arah atau lebih (conference), dan juga kita bisa melakukan aktivitas e-mail ataupun calendar melalui voice access (OVA).<span id="more-112"></span></p>
<p>Microsoft UC adalah teknologi yang menawarkan solusi berkomunikasi dengan menggabungkan berbagai cara berkomunikasi yang ada saat ini, antara lain:</p>
<ul>
<li>Desktop telephone systems</li>
<li>PBX and IP-PBX systems</li>
<li>Internet</li>
<li>Voice mail</li>
<li>Faxes</li>
</ul>
<p>Sebagaimana kita ketahui, cara kita berkomunikasi terbagi atas dua, yaitu komunikasi yang kita lakukan dengan telephone (voice call/sms) dan komunikasi yang kita lakukan dengan komputer (email, messaging).  Pemisahan itu terjadi karena memang terpisah dengan jaringan yang berbeda antara komunikasi yang real-time (synchronous) dan komunkasi yang message-based (asynchronous).</p>
<p>Permasalahan akan timbul ketika dibutuhkan komunikasi antar jaringan ini, misalnya ketika rekan Anda melalui komputer dengan fasilitas instant messagingnya ingin melakukan komunikasi dengan Anda yang sedang ada di dalam ruangan yang hanya ada fasilitas telepon, hal ini sangat sulit dilakukan karena pada dasarnya telephone system dan computer tidak bisa berkomunikasi.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-122" title="uc-1" src="http://www.sembada.web.id/wp-content/uploads/2009/01/uc-1.jpg" alt="uc-1" width="261" height="147" />Sampai dengan hadir teknologi Microsoft Unified Communication yang menjembatani antara dua network yang berbeda tersebut dengan Microsoft Exchange Server 2007 and Microsoft Office Communications Server 2007. Keduanya akan mengintegrasikan telephone system yang ada ke jaringan komunikasi data. Dengan Microsoft UC, user akan dapat  melakukan panggilan ke semua nomor untuk melakukan conference baik voice ataupun video dengan sangat mudah.</p>
<p>Kemudahan, keuntungan dan fasilitas yang akan Anda dapatkan antara lain:</p>
<ol>
<li>Computer Anda akan bisa berfungsi sebagai telepon</li>
<li>Telephone Anda akan bisa berfungsi sebagai computer</li>
<li>Voice mail bisa langsung masuk dalam inbox e-mail anda</li>
<li>Infrastruktur yang sederhana, karena menggunakan software (bukan hardware) untuk mengintegrasikan jalur telepon dan data</li>
<li>Menggunakan teknologi VOIP</li>
<li>Teknologi Microsoft unified communications technologies menggunakan Active Directory untuk mengintegrasikan seluruh contact perusahaan, baik itu nama, PBX extensions, alamat e-mail, and informasi login</li>
<li>Tersedianya fasilitas Voice portals dan Interactive Voice Response (IVR)</li>
<li>Anda bisa mengarsipkan panggilan telepon seperti layaknya e-mail. Dengan demikian, setiap rekaman panggilan bisa di log, diputar ulang, dipublish dan diarsipkan. Cocok sekali untuk mendukung penerapan peraturan tertentu di perusahaan.</li>
<li>Flexible, mudah digunakan, mengurangi biaya baik infrastruktur ataupun operasional dan merupakan cara berkomunikasi masa depan.</li>
</ol>
<p>Sumber : <a href="http://www.microsoft.com/uc/Default.mspx" target="_blank"><cite>Microsoft</cite></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembada.web.id/itcom/microsoft-unified-communication/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>AL-GHAZALI, Sang Hujjatul Islam</title>
		<link>http://www.sembada.web.id/tokoh-dunia/al-ghazali-sang-hujjatul-islam</link>
		<comments>http://www.sembada.web.id/tokoh-dunia/al-ghazali-sang-hujjatul-islam#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 04:38:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>G.</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tokoh Dunia]]></category>

		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<category><![CDATA[ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembada.web.id/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Al-Ghazali terkenal sebagai salah satu pemikir Muslim yang besar kontribusinya. Tidak hanya di bidang teologi, sumbangannya dalam dunia filsafat dan tasawuf pun tidak bisa diabaikan. Yusuf Qardhawi, seorang pemikir Islam era modern, menokohkannya sebagai Pembaru Islam dari abad ke-5 Hijriah.
Abu Hamid Ibn Muhammad Ibn Muhammad Al-Thusi Al-Shafi’i Al-Ghazali lahir tahun 1058 di Khorasan, Iran. Ayahnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Al-Ghazali terkenal sebagai salah satu pemikir Muslim yang besar kontribusinya. Tidak hanya di bidang teologi, sumbangannya dalam dunia filsafat dan tasawuf pun tidak bisa diabaikan. Yusuf Qardhawi, seorang pemikir Islam era modern, menokohkannya sebagai Pembaru Islam dari abad ke-5 Hijriah.<span id="more-58"></span></p>
<p>Abu Hamid Ibn Muhammad Ibn Muhammad Al-Thusi Al-Shafi’i Al-Ghazali lahir tahun 1058 di Khorasan, Iran. Ayahnya meninggal semenjak ia masih kecil, tetapi dia berkesempatan mengenyam pendidikan yang tinggi. Nishapur dan Bagdad merupakan dua tempat Ghazali menimba ilmu. Guru utamanya adalah al-Juwaini, yang mengajarinya teologi dan filsafat. Berkat kecerdasannya, dalam waktu relatif singkat, gelar guru besar berhasil diraihnya dari Universitas Nizamiyah di Bagdad, suatu lembaga pendidikan terkemuka pada waktu itu.</p>
<p>Dalam kurun waktu 1091-1095, Ghazali mengajarkan yurisprudensi dan teologi di perguruan tinggi tersebut. Namun pada tahun 1092, terjadi pembunuhan terhadap Nizam Al-Mulk, Perdana Menteri dari Bani Saljuk sekaligus pendiri Nizamiyah. Tak lama kemudian, Sultan Malik Syah, penguasa kekhalifahan Bagdad mangkat. Dua peristiwa ini membuat Ghazali meletakkan jabatannya, sedangkan tugas mengajarnya diserahkan kepada Ahmad, sang adik.</p>
<p>Dalam pengembaraannya, Ghazali melaksanakan abadah haji. Selanjutnya dia pergi ke Damaskus lalu ke Baitul Maqdis dan kembali lagi ke Damaskus untuk menetap selama beberapa tahun. Masa pengembaraan ini diungkapkan dalam autobiografinya yang berjudul Al-Munqidh min Al-Dalal (Deliverance From Error).</p>
<p>Dalam autobiografinya itu, Ghazali menyatakan telah menekuni filsafat selama tiga tahun. Dia mempelajari semua bidang kefilsafatan dan merenungkannya di sela-sela kesibukannya mengajar 300 siswa Nizamiyah. Kepiawaiannya dalam bidang ini dapat dibuktikan melalui beberapa tulisannya: Maqashid Al-Falasifah (The Intentions of the Philosophers: sebuah ringkasan yang jernih tentang filosofi Islam sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Sina), Mi’yar Al-‘Ilm (The Standard Measure of Knowledge: pembahasan ringkas tentang logika Aristotelian), Mizan Al-‘Amal (The Balance of Action: sebuah eksposisi dari teori etika Ghazali), dan Tahafut Al-Falasifa (The Incoherence of the Philosophers: pembahasan Ghazali mengenai ketidakjelasan para filsof).</p>
<p>Ghazali juga dikenal sebagai tokoh terkemuka dalam dunia tasawuf. Pengetahuannya dalam bidang ini diperoleh dari Al-Farmadhi, sufi besar pada masa itu. Diakui secara luas, keberhasilan Ghazali adalah dalam menghubungkan tasawuf dengan Islam tradisional. Al-Asma’ Al Husna dan Misykat Al-Anwar (The Niche of the Lights), adalah dua karyanya yang bernuansa tasawuf.</p>
<p>Di antara seluruh tulisannya, yang paling monumental adalah Ihyaa’ ‘Ulumuddiin (The Revival of the Religious Sciences). Isinya ditujukkan untuk membendung serangan materialisme dan ateisme yang dapat meruntuhkan agama dan fondasinya. Buku ini diterbitkan di Indonesia oleh Mizan dengan judul Mutiara Ihyaa’ ‘Ulumuddiin. Al-Ihyaa’ terdiri dari puluhan jilid yang setiap jilidnya mengupas suatu topik agama, seperti shalat, zakat, dan haji. Buku yang ditulis menjelang akhir hayatnya inilah yang menempatkannya sebagai sang Hujjatul Islam.</p>
<p>Al-Ghazali wafat pada tahun 505 Hijrah atau 1111 M. Menjelang wafat, pada waktu malam, Ghazali meminta kain kafan, lalu menciumnya dan meletakkannya di atas matanya sambil mengatakan: “Aku siap menghadap ke hadirat Ilahi.” Kemudian, dia meluruskan kaki dan menghadap kiblat. Sebelum fajar, dia menghembuskan nafas terakhir. []</p>
<blockquote><p>Kehausan untuk memahami makna sejati dari segala sesuatu benar-benar merupakan kebiasaan dan keinginanku dari kecil dan pada masa-masa utama hidupku. Itu sudah menjadi kecenderungan alamiah dan naluriah dalam penciptaanku oleh Allah Yang Mahatinggi, bukan sesuatu yang kupilih dan kurencanakan sendiri. Akibatnya, sejak aku masih sangat muda, belenggu pengekangan terlepas dariku, dan kepercayaan-kepercayaan warisan kehilangan cekalannya terhadapku. &#8212; <em>Al-Ghazali</em></p></blockquote>
<p><em>Sumber : <strong>Memahat Kata Memugar Dunia</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembada.web.id/tokoh-dunia/al-ghazali-sang-hujjatul-islam/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>AL-BIRUNI, Peletak Dasar Sains Modern</title>
		<link>http://www.sembada.web.id/tokoh-dunia/al-biruni-peletak-dasar-sains-modern</link>
		<comments>http://www.sembada.web.id/tokoh-dunia/al-biruni-peletak-dasar-sains-modern#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 22:11:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>G.</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tokoh Dunia]]></category>

		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<category><![CDATA[ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembada.web.id/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Abu Ar-Rayhan Muhammad ibn Ahmad Al-Biruni adalah seorang ilmuwan serbabisa yang memiliki keahlian setara dalam fisika, metafisika, matematika, geografi, dan sejarah. Lahir di kota Khat dekat “Ural” pada 15 September 973, Al-Biruni hidup semasa dengan ahli fisika terkenal Ibn Sina. Sejak usia dini, dia berguru kepada Abu Nasr Mansur, seorang ahli astronomi dan matematika terkenal. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Abu Ar-Rayhan Muhammad ibn Ahmad Al-Biruni adalah seorang ilmuwan serbabisa yang memiliki keahlian setara dalam fisika, metafisika, matematika, geografi, dan sejarah. Lahir di kota Khat dekat “Ural” pada 15 September 973, Al-Biruni hidup semasa dengan ahli fisika terkenal Ibn Sina. Sejak usia dini, dia berguru kepada Abu Nasr Mansur, seorang ahli astronomi dan matematika terkenal. Pada usia 17 tahun, dia mulai menggeluti sains dengan serius. <span id="more-50"></span>Dia menghitung garis lintang kota tempatnya tinggal dengan mengamati ketinggian maksimum matahari. Ketika berusia 22 tahun, dia menulis sejumlah karya pendek. Salah satunya yang masih bertahan hingga kini adalah Cartography, penelitiannya tentang perpetaan. Al-Biruni mengkaji pelbagai macam peta yang ada pada saat itu dan menuliskan hasil studinya. Selain itu, dia membuat peta belahan bumi versinya sendiri.</p>
<p>Kecerdasan Al-Biruni menjadi buah bibir, dan ketika Sultan Mahmood Ghaznawi, salah satu raja Muslim abad ke-11, menaklukan negerinya, dia membawa Al-Biruni bersamanya.</p>
<p>Hubungan antara Mahmood dan Al-Biruni ini cukup aneh. Bisa dikatakan bahwa Al-Biruni sebetulnya adalah tawanan Mahmood dan tidak diperbolehkan pergi sesukanya. Tetapi, perjalanan militer Mahmood ke India selalu menyertakan Al-Biruni, dan Al-Biruni sangat menikmatinya. Al-Biruni mungkin mengharapkan perlakuan yang lebih baik dari Sultan, tetapi penelitian-penelitian ilmiahnya jelas mendapat dukungan. Dia telah mengunjungi seluruh pelosok India dalam kurun waktu 20 tahun, dan berkesempatan mempelajari filosofi, matematika, geografi, dan agama Hindu dari seorang Pandita, yang sebagai imbalannya dia ajari ilmu pengetahuan dan filosofi Yunani dan Arab.</p>
<p>Al-Biruni merekam pengamatannya tentang India dalam bukunya yang terkenal Kitab Al-Hind, yang menggambarkan kondisi sejarah dan sosial negeri itu. Pada bagian akhir buku itu, dia menyebutkan bahwa dia telah menerjemahkan dua buku Sansekerta ke dalam bahasa Arab, satu berjudul Sakaya, yang membahas penciptaan dan jenis benda-benda, dan yang kedua, Patanjal, yang membahas apa yang terjadi setelah ruh meninggalkan raga.</p>
<p>Gambarannya tentang India begitu lengkap sehingga buku Aein-i-Akbari yang ditulis oleh Abu AL-Fadal pada masa kekuasaan Akbar, 600 tahun berikutnya, banyak mengacu pada buku Al-Biruni ini. Al-Biruni mengamati bahwa pada zaman dulu, Lembah Indus tentunya merupakan lembah dasar laut yang penuh terisi endapan.</p>
<p>Sekembalinya dari India, Al-Biruni menulis bukunya yang terkenal, Zanun-i Masoodi (Al-Zanun Al Masudi, fi Al-Hai’a wa Al-Nujum), yang dipersembahkannya kepada Sultan Masood. Putra Sultan Mahmood ini memperlakukan dirinya dengan lebih baik dan membebaskannya untuk pergi ke mana saja. Buku itu membahas beberapa teorema astronomi, trigonometri, pergerakan matahari, bulan, dan planet-planet, serta topik-topik terkait.</p>
<p>Dalam buku lainnya yang juga terkenal, Al-Athar Al-Baqia, Al-Biruni berusaha menghubungkan sejarah kuno bangsa-bangsa secara geografis. Dalam buku ini, dia membahas rotasi bumi dan mengukur garis bujur dan lintang pelbagai tempat dengan tepat. Dia juga memberikan kontribusi besar dalam beberapa aspek fisika dan geografi ekonomis dalam buku ini.</p>
<p>Al-Biruni wafat pada tahun 1048, pada usia 75 tahun, setelah menghabiskan 40 tahun masa hidupnya untuk mengumpulkan ilmu dan memberikan sumbangannya sendiri pada ilmu pengetahuan.</p>
<p>Sumbangan ilmiahnya yang lain mencakup penentuan akurat kekerapan 18 jenis batu dan logam. Dia juga menulis Kitab-Al-Saidana, sebuah pengembangan ilmu pengobatan yang menggabungkan pengetahuan Arab pada bidang itu dengan pengobatan cara India. Bukunya, Kitab-Al-Jamahir membahas sifat-sifat batuan berharga. Dia juga seorang astrolog yang terkenal karena ketepatan ramalannya.</p>
<p>Dia mengembangkan metode triseksi segitiga dan persoalan-persoalan lain yang tidak dapat dipecahkan dengan penggaris dan kompas saja.</p>
<p>Berabad-abad sebelum ilmuwan lain, Al-Biruni sudah mempertanyakan apakah bumi berputar pada sumbunya atau tidak. Dia menjadi orang pertama yang melakukan percobaan-percobaan berkaitan dengan fenomena astronomis itu. Metode ilmiahnya, yang digabungkan dengan metode ilmiah ilmuwan Muslim lain seperti Ibn Al-Haitsam, menjadi fondasi sains modern. Dia menemukan bahwa jika dibandingkan dengan kecepatan suara, kecepatan cahaya jauh labih besar. Dia menjelaskan cara kerja sumur artesis dan sumber air alami dengan prinsip hidrostatik bejana berhubungan. Penyelidikannya mencakup penggambaran pelbagai ketdaknormalan kelahiran, diantaranya yang dikenal sebagai kembar “Siam”. Dia mengamati bahwa bunga-bunga memiliki kelopak 3, 4, 5, 6, atau 18 helai, tetapi tidak pernah 7 atau 9.</p>
<p>Dia aktif menulis buku dan risalah, hingga akhir hayatnya, karyanya mencapai 146 buah. Selain Kitab Al-Hind (Sejarah dan Geografi India), Al-Zanun Al-Masudi (Astronomi, Trigonometri), Al-Athar Al-Baqia (Sejarah Kuno dan Geografi), Kitab Al-Saidana (Ilmu Pengobatan), dan Kitab Al-Jawahir (Bantuan Mulia) sebagaimana disebutkan di atas, bukunya Al-Tafhimli-Awail Sina’at Al-Tanjim menyajikan ringkasan matematika dan astronomi.</p>
<p>Dia dianggap sebagai salah satu ilmuwan besar Dunia Islam, sepanjang waktu. Semangatnya, kecintaannya akan kebenaran, dan pendekatan ilmiahnya, digabungkan dengan rasa toleransi yang besar. Antusiasmenya terhadap ilmu pengetahuan bisa dinilai dari pernyataannya: Allah itu Mahatahu, Dia tidak membenarkan kebodohan. []</p>
<p><em>Sumber : Memahat Kata Memugar Dunia</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembada.web.id/tokoh-dunia/al-biruni-peletak-dasar-sains-modern/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa?? Karena Dia Manusia Biasa</title>
		<link>http://www.sembada.web.id/personal/mengapa-karena-dia-manusia-biasa</link>
		<comments>http://www.sembada.web.id/personal/mengapa-karena-dia-manusia-biasa#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 10:19:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>G.</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Personal Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembada.web.id/personal/mengapa-karena-dia-manusia-biasa/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu kemarin, ada kiriman email dari temen dan isinya bagus sekali untuk dipelajari dan ditiru&#8230; wakakaka&#8230;. Nih dia email nya :
 Kutipan cerita dari seorang teman, bagus untuk yang ingin kepastian menuju pernikahan, dan bagus juga untuk yang sudah menikah. Agar dapat terus menjaga dan memperkokoh perahu cinta yang telah berlayar dalam lautan kehidupan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu kemarin, ada kiriman email dari <a href="http://loeney.multiply.com" title="Endah Dini" target="_blank">temen</a> dan isinya bagus sekali untuk dipelajari dan ditiru&#8230; wakakaka&#8230;. Nih dia email nya :</p>
<blockquote><p> Kutipan cerita dari seorang teman, bagus untuk yang ingin kepastian menuju pernikahan, dan bagus juga untuk yang sudah menikah. Agar dapat terus menjaga dan memperkokoh perahu cinta yang telah berlayar dalam lautan kehidupan pernikahan.</p></blockquote>
<p><span id="more-40"></span></p>
<p>***************<br />
<strong> Mengapa?? Karena Dia Manusia Biasa</strong></p>
<p>by Ugik Madyo</p>
<p>Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu?</p>
<p>Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban duniawi (cakep atau tajir <img src='http://www.sembada.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> manusiawi lah :P). Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak akan heran. Proses pernikahan seperti ini sudah lazim. Dia bukanlah akhwat, sama seperti saya. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sulit untuk membuka diri. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapi dengan serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.</p>
<p>Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tanggal pernikahannya. Serta memohon saya untuk cuti, agar bisa menemaninya selama proses pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya. Asli. Saya pengin tau, kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu. Ada apakan gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia bisa memutuskan menikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk sekali waktu itu (sok sibuk sih aslinya). Saya tidak bisa membantunya mempersiapkan pernikahan. Beberapa kali dia telfon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa hal. Beberapa kali saya telfon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. That&#8217;s all. Kita tenggelam dalam kesibukan masing-masing.</p>
<p>Saya menggambil cuti sejak H-2 pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap dirumahnya. Jam 11 malam, H-1 kita baru bisa ngobrol -hanya- berdua. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kita. Padahal rencananya kita ingin ngobrol tentang banyak hal. Akhirnya, bisa juga kita ngobrol berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak pada saya. Beberapa<br />
kali Mamanya mengetok pintu, meminta kita tidur.</p>
<p>&#8220;Aku gak bisa tidur.&#8221; Dia memandang saya dengan wajah memelas. Saya paham kondisinya saat ini.</p>
<p>&#8220;Lampunya dimatiin aja, biar dikira kita dah tidur.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya.. ya.&#8221; Dia mematikan lampu neon kamar dan menggantinya dengan lampu kamar yang temaram. Kita melanjutkan ngobrol sambil berbisik-bisik. Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kita lakukan. Kita berbicara banyak hal, tentang masa lalu dan impian-impian kita. Wajah sumringahnya terlihat jelas dalam keremangan kamar. Memunculkan aura cinta yang menerangi kamar saat itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendam.</p>
<p>&#8220;Kenapa kamu memilih dia?&#8221; Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari tidurnya sambil meraih HP dibawah bantalku. Berlahan dia membuka laci meja riasnya.</p>
<p>Dengan bantuan nyala LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya. Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan selembar amplop pada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Amplop putih panjang dengan kop surat perusahaan tempat calon suaminya bekerja. Apaan sih. Saya memandangnya tak mengerti. Eeh, dianya malah ngikik geli.</p>
<p>&#8220;Buka aja.&#8221; Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4, saya menebak warnanya pasti putih hehehe. Saya membaca satu kalimat diatas dideretan paling atas.</p>
<p>&#8220;Busyet dah nih orang.&#8221; Saya menggeleng-gelengkan kepala sambil menahan senyum. Sementara dia cuma ngikik melihat ekspresi saya. Saya memulai membacanya.</p>
<p>Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu.</p>
<blockquote><p>Kepada YTH</p>
<p>Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon<br />
kakak buat adik-adik saya<br />
Di tempat</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr Wb</p>
<p>Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini<br />
hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon,<br />
bacalah dulu sampai selesai.</p>
<p>Saya, yang bernama &#8230;&#8230; menginginkan anda untuk menjadi istri saya. Saya<br />
bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa.</p>
<p>Saat ini saya punya pekerjaan.<br />
Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi<br />
yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan<br />
istri dan anak-anakku kelak.</p>
<p>Saya memang masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan<br />
ngontrak selamanya. Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan<br />
anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan.</p>
<p>Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa<br />
kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi<br />
kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa.<br />
Cinta saya juga biasa saja.</p>
<p>Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan<br />
merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita<br />
nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena saya tidak tahu suratan jodoh<br />
saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah<br />
yang baik.</p>
<p>Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya<br />
memilih anda. Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin<br />
mantap memilih anda.</p>
<p>Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah. Dan yang pasti, saya<br />
menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya<br />
tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin<br />
menjadi lebih baik dari saat ini.</p>
<p>Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya<br />
kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan. Semoga Allah ridho dengan<br />
jalan yang kita tempuh ini. Amin</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum Wr</p></blockquote>
<p>Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat &#8216;lamaran&#8217; yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistis. Tanpa janji-janji gombal dan kata yang berbunga-bunga. <em>Surat cinta minimalis</em>, saya menyebutnya :D.</p>
<p>Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.</p>
<p>&#8220;Kenapa kamu memilih dia.&#8221;</p>
<p>&#8220;Karena dia manusia biasa.&#8221; Dia menjawab mantap.<br />
&#8220;Dia sadar bahwa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian hari. Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku.&#8221;</p>
<p>&#8220;Maksudnya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada. Iya kan ? Paling gak. Aku tau bahwa dia gak bakal frustasi kalau suatu saat nanti kita jadi gembel. Hahaha&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Ssttt.&#8221; Saya membekap mulutnya. Kuatir ada yang tau kalau kita belum tidur. Terdiam kita memasang telinga. Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kita saling berpandangan lalu cekikikan sambil menutup mulut masing-masing.</p>
<p>&#8220;Udah tidur. Besok kamu kucel, ntar aku yang dimarahin Mama.&#8221;</p>
<p>Kita kembali rebahan. Tapi mata ini tidak bisa terpejam. Percakapan kita tadi masih terngiang terus ditelinga saya.</p>
<p>&#8220;Gik&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidur. Dah malam.&#8221; Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin dia tidur, agar dia terlihat cantik besok pagi. Kantuk saya hilang sudah, kayaknya gak bakalan tidur semaleman nih.</p>
<p>Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh ditiupkan dalam rahim.</p>
<p>Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahannya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi sebuah &#8216;proses usaha&#8217;.</p>
<p>Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta, &#8216;nama&#8217;, dan rupa. Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan.</p>
<p>Ketika segala yang &#8216;melekat&#8217; pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya. Maka semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya bisa memohon keridhoan Allah. Meminta-NYA mengucurkan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah.</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah bilang, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. <em>Witing tresno jalaran garwo (sigaraning nyowo)</em>, kalau diterjemahkan secara bebas. Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan jiwa). Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.</p>
<p>Salam</p>
<p>***************<br />
That&#8217;s all,  /*siap-siap bikin lamaran, wekeke&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembada.web.id/personal/mengapa-karena-dia-manusia-biasa/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
