Tepatkah kita menghina ‘Israel’?

crushisraelBanyak sekali bahkan sudah tidak terhitung lagi cacian, cercaan, hujatan, sumpah-serapah, boikot yang dialamatkan kepada negara yang bernama Israel. Hal itu dikarenakan negara yang mayoritas Yahudi itu merupakan penjajah kejam di abad modern ini terutama terhadap bangsa Palestina. Tapi dibalik semua itu, selain kita kenal sebagai nama sebuah negara, tahukah Anda darimana sebenarnya kata ‘Israel’ tersebut, apakah nama sebuah kelompok? atau memang sudah dari dulu merupakan nama sebuah bangsa? ataukah nama seseorang? Jika kita buka dan tela’ah Al-Qur’an, maka kita akan mengetahui bahwa Israel atau Israil adalah nama lain dari  seorang nabi, hamba Allah SWT.

Di dalam Al-Quran banyak sekali disebutkan kata Bani Israil yang dapat diartikan ‘keturunan Israil’, sebagaimana halnya penterjemahan terhadap Bani Adam yang berarti ‘keturunan Adam’ atau ‘anak cucu Adam’. Namun kata ‘Israil’ tanpa ‘Bani’ Allah singgung dalam dua ayat di dua surat yang terpisah, yaitu Ali Imran ayat 93 dan Maryam ayat 58.

Semua makanan itu halal bagi Bani Israil kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya’qub) atas dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah (Muhammad), “Maka bawalah Taurat, lalu bacalah jika kamu orang-orang yang benar. ” (QS. 3:93)

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami bawa bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil (Ya’kub), dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih kepada mereka, maka mereka tunduk sujud  dan menangis. (QS. 19:58)

Sudah jelas sebagaimana tersirat dalam Alqur’an bahwa Allah AWT telah memilih kata Israil sebagai sebutan lain bagi Nabi Ya’kub AS bin Ishaq AS bin Ibrahim AS, seorang hamba Allah SWT yang soleh, hanif, taat dan bertaqwa. Sebutan Israil ini menurut satu riwayat, adalah panggilan bagi Nabi Ya’kub AS yang melakukan perjalanan menjauh dari kampung halamannya karena terancam oleh saudaranya sendiri. Nabi sekaligus Rasul Allah ini hanya melakukan perjalanan dalam pelariannya itu pada malam hari, agar tak diketahui orang lain. Maka disebutlah beliau Israil, atau orang yang melakukan perjalanan pada malam hari.

Apakah dengan menghujat negara Israel berarti kita juga menghujat nabi Ya’kub AS? Tentu saja tidak, saya yakin bahwa tidak ada sedikitpun niatan seperti itu. Namun kita juga harus ingat bahwa Allah SWT telah jelas-jelas memilih kata Israel/Israil sebagai panggilan alternatif Nabi Ya’kub AS. Sehingga dengan demikian sudah saatnya kita mulai berhati-hati dalam bertindak dan berucap, karena yang biadab, keji, licik dan khianat bukanlah Israil (Ya’kub AS) tapi Bani Israil (keturunannya) dan Yahudi.

Wallahu’alam bishawab

(re-typing seadanya dari ceramah jum’at 6 Februari 2009 di mesjid komplek PT. INTI - Bandung, ditambah info dari berbagai sumber)

Tags:

Leave a Reply